Strategi & Branding Sekolah
Menemukan keunggulan sekolah Anda dan menyampaikannya dengan bahasa yang dipahami orang tua.
- Riset pesaing di wilayah Anda
- Positioning & pesan utama
- Identitas visual
Marketing for Schools membantu sekolah swasta, madrasah, dan pesantren menarik calon siswa baru. Kami menyusun strategi SPMB, menjalankan iklan digital, membuat konten, dan membangun website yang membuat orang tua yakin mendaftar.
Ilustrasi. Target kami: kuota kelas terpenuhi tepat waktu.
Keputusan memilih sekolah sekarang dimulai dari ponsel. Banyak sekolah punya program unggul, tapi kalah terdengar dibanding sekolah yang lebih aktif berpromosi.
Brosur dan spanduk tidak lagi cukup. Orang tua membandingkan sekolah lewat Instagram, TikTok, Google, dan grup WhatsApp.
Guru merangkap admin media sosial, desainer, dan penjawab chat SPMB, padahal tugas utamanya mengajar.
Anggaran iklan keluar, tapi tidak jelas berapa calon siswa yang datang dari kanal mana dan berapa yang akhirnya daftar ulang.
Jawab 10 pertanyaan singkat tentang identitas, kanal digital, konten, follow-up calon siswa, dan tim SPMB. Anda langsung mendapat skor dan area yang paling perlu dibenahi.
Tanpa daftar akun. Jawaban tidak disimpan atau dikirim ke mana pun.
Pilih satu layanan atau gabungkan menjadi kampanye utuh. Semua dikerjakan oleh tim yang memahami cara orang tua memilih sekolah.
Menemukan keunggulan sekolah Anda dan menyampaikannya dengan bahasa yang dipahami orang tua.
Kampanye berbayar yang menyasar orang tua sesuai usia anak dan radius tempat tinggal.
Konten rutin yang menunjukkan kehidupan nyata di sekolah: kegiatan, prestasi, dan suara guru.
Website sekolah yang cepat di ponsel, dengan halaman SPMB dan formulir pendaftaran online.
Memastikan setiap orang tua yang bertanya ditindaklanjuti sampai mendaftar dan daftar ulang.
Membekali guru dan staf agar mampu menjalankan pemasaran sekolah secara mandiri.
Setiap jenjang punya cara memilih yang berbeda. Strategi untuk orang tua calon siswa TK tidak sama dengan calon siswa SMA.
Orang tua mulai mencari sekolah sejak semester ganjil. Kami bekerja mengikuti siklus tahun ajaran, dari riset hingga daftar ulang.
Audit sekolah, riset pesaing, pesan utama, dan materi kampanye.
Iklan dan konten agar sekolah dikenal orang tua di sekitar.
Undangan kunjungan, trial class, dan pengumpulan data calon siswa.
Tindak lanjut leads sampai formulir dan tes masuk.
Mengurangi siswa yang mundur, lalu evaluasi hasil.
Sekarang bulan Oktober. Waktu yang tepat untuk menyiapkan kampanye SPMB tahun ajaran berikutnya.
Kami mempelajari data SPMB tahun lalu, kanal promosi yang sudah berjalan, dan sekolah pesaing.
Target jumlah siswa, anggaran, pesan utama, dan jadwal disepakati bersama yayasan.
Tim kami menjalankan iklan, konten, dan website, sambil berkoordinasi dengan panitia SPMB.
Laporan rutin: jumlah leads, biaya per pendaftar, dan kanal yang paling efektif.
Yayasan, sekolah, madrasah, pesantren, dan kampus yang pernah kami dampingi lewat workshop, audit branding, dan pendampingan SPMB.





























Dan puluhan lembaga pendidikan lainnya.
Pesan yang kami terima dari kepala sekolah, yayasan, guru, dan peserta pelatihan setelah menjalankan strategi bersama kami.
Alhamdulillah, SMA kali ini sudah full kuota dan close SPMB di awal. Mayoritas pendaftar tahu sekolah kami dari digital online. Selain itu, dari leads kami seperti punya database untuk siap ditindaklanjuti.
Terima kasih ilmunya, Pak. Setiap lihat FYP Bapak, saya praktikkan. Alhamdulillah, tahun kemarin cuma 3 siswa baru, tahun sekarang 25 orang.
Terima kasih banyak atas arahannya untuk branding sekolah. Masya Allah, tahun ini kuota jenjang SMP sudah full satu minggu sebelum penutupan. Bahkan sampai kemarin sore masih ada orang tua yang menghubungi, berharap anaknya bisa bergabung.
Setelah mengikuti pelatihan beliau dan program yang disampaikan kami jalankan, alhamdulillah di bulan Mei SPMB kami tutup. Yang inden tahun ajaran 2027/2028 hanya kurang 12 lagi, 2028/2029 kurang 75 lagi, sampai 2029/2030 kurang 98 lagi.
Terima kasih atas bantuan Kang Chandra dan tim untuk Sekolah Wijaya Kusuma. Alhamdulillah, berkat arahan tim, target SPMB semua unit 99% terpenuhi.
Alhamdulillah, tahun ini pendaftaran SPMB sekolah kami naik dari tahun lalu, setelah mengikuti kelas Kang Chandra.
Ade Chandra Sutrisna, akrab disapa Kang Chandra, adalah pendiri Marketing for Schools. Ia mendampingi sekolah, khususnya sekolah swasta, merapikan sistem komunikasi, pemasaran, dan pelaksanaan SPMB secara berkelanjutan.
Berlatar belakang Ilmu Komunikasi, Kang Chandra memandang marketing sekolah bukan sebagai jualan agresif, melainkan proses membangun kepercayaan lewat komunikasi yang jujur, tertib, dan manusiawi. Ia banyak bekerja langsung dengan guru, kepala sekolah, dan tim humas yang menjalankan tugas rangkap.
“Sekolah tidak harus terlihat sempurna untuk dipercaya. Yang terpenting adalah memiliki sistem yang rapi, pesan yang jujur, dan proses yang memanusiakan pendidik.”
Isi formulir, lalu kirim lewat WhatsApp. Tim kami akan menghubungi untuk sesi konsultasi 30 menit tanpa biaya.